Keluarga “Terlalu Tampan” yang kocak dan bikin heboh

Keluarga “Terlalu Tampan” yang kocak dan bikin heboh

Jakarta (ANTARA News) – Sutradara Sabrina Rochelle Kalangie dan produser Nurita Anandia meracik inti webtoon genre komedi “Terlalu Tampan” dengan tambahan drama saat mengadaptasinya menjadi film live action.

Hasilnya, Witing Tresno Jalaran Soko Kulino alias Mas Kulin (diperankan oleh Ari Irham) menjadi sesosok remaja terlalu tampan yang terasa dekat dengan keseharian.

Di kehidupan sehari-hari ada remaja yang kesulitan bersosialisasi hingga memilih mendekam di rumah. Kulin juga demikian. 

Ia lebih senang mengobrol dengan Anto, seekor ikan peliharaan di kamarnya, ketimbang bermain bola dengan teman-teman sepantaran di luar rumah.

Sebabnya, wajah Kulin yang tanpa cela bisa membuat kericuhan saat ia keluar rumah. Para perempuan pingsan, atau setidaknya mimisan. Sisanya sibuk mengejar-ngejar Kulin, membuat hidupnya tak tenang.
  Mas Kulin dikejar-kejar perempuan di film “Terlalu Tampan” (YouTube/Visinema Pictures)   Kegegeran akibat ketampanan Mas Kulin (YouTube/Visinema Pictures)

Ketampanan Kulin menurun dari kedua orangtuanya.

Ayahnya bernama Archewe Johnson, biasa dipanggil Pak Archewe (Marcelino Lefrandt). Sesuai namanya, dia adalah pakar perempuan yang punya mantan pacar hingga lebih dari 1.000 orang sampai akhirnya menambatkan hati pada istrinya.

Ibu Kulin juga tampan, bahkan berkumis. Namanya Jer Basuki Mawa Bea alias Bu Suk (Iis Dahlia).

Bila kakaknya Okisena Helvin alias Mas Okis (Tarra Budiman) yang justru memanfaatkan genetik sempurna demi menjaring perempuan, Kulin sebaliknya.

Kakak, ayah dan ibu Kulin merasa khawatir. Mereka ingin Kulin bisa merasakan hidup seperti remaja normal pada umumnya.

Mas Okis dan kedua orangtuanya pun bersandiwara hingga putra bungsu mereka menyatakan akan masuk sekolah reguler.

Kulin akhirnya merasakan persahabatan dengan manusia, bukan ikan, lewat pertemuannya dengan Kibo (Calvin Jeremy). 

Benih-benih cinta monyet tumbuh setelah Kulin melihat Rere (Rachel Amanda). Sementara itu, ada Amanda si Terlalu Cantik (Nikita Willy) yang dipuja semua lelaki, kecuali Kulin.
  Para pemain dan kru film “Terlalu Tampan” di konferensi pers di Jakarta, Rabu (23/1/2019). (ANTARA News/ Nanien Yuniar)

Baca juga: Calvin Jeremy dan Dimas Danang terlibat di film “Terlalu Tampan”

Komikal

Drama remaja yang disuguhkan di film ini memang klise, tapi macam-macam kekonyolan yang selalu hadir menjadi daya tarik utama “Terlalu Tampan”, sama seperti versi komiknya.

Unsur absurd di komik buatan Muhammad Ahmes Avisiena Helvin yang berkolaborasi dengan ilustrator Savenia Melinda diwujudkan jadi nyata lewat efek visual yang dibuat sengaja serba berlebihan agar lebih mengocok perut. 

Mulai dari ketampanan Kulin yang membuat wajahnya bercahaya, orang yang berubah jadi tampan karena terciprat keringat Kulin, debaran jantung yang disimbolkan lewat hati menyala di dada, kelopak bunga sakura beterbangan, hingga efek-efek yang serupa dengan adegan perubahan wujud di serial-serial kartun. 

Dialog-dialognya juga penuh unsur komedi yang mungkin bakal terasa lebih lucu jika Anda sudah familier dengan versi komiknya.

Sayangnya ada beberapa dialog minor yang tidak terdengar jelas, seperti ketika trio 3-Tak untuk pertama kalinya “memperkenalkan diri” di hadapan Kulin.

Baik Ari, Tarra, Marcelino dan Iis adalah penggambaran nyaris sempurna dari karakter-karakter komik Terlalu Tampan. 
  Karakter di komik “Terlalu Tampan” (screenshot Webtoon)

Agar Kelewat Tampan

Tentu ada penyesuaian di sana-sini untuk membuat wajah para aktor itu lebih tampan dari biasanya. 

Ari dibantu lensa kontak hingga pemancung hidung dan tata rambut membuatnya tampil sempurna dari berbagai sudut di semua adegan. 

Aktor muda ini berakting secara wajar dan cukup baik sebagai Kulin yang tergolong sebagai orang paling normal di keluarganya. 

Tarra, meski jauh lebih tua dari karakter Okis, masih meyakinkan sebagai pria usia awal 20-an yang mata keranjang tapi sayang keluarga.

Sosok Pak Archewe yang berhasil diwujudkan oleh Marcelino yang harus melatih kerlingan khas untuk membuat perempuan mabuk kepayang. 

Baca juga: Kumis Iis Dahlia ditonjolkan di “Terlalu Tampan”

Sementara Iis Dahlia, tampil dengan kumis lebih mencolok karena Bu Suk digambarkan sebagai perempuan berwajah maskulin di versi komiknya.

Acungan jempol juga untuk Calvin Jeremy, Rachel Amanda dan Nikita Willy yang menambah bumbu drama dalam porsi yang pas.

“Terlalu Tampan” mulai tayang pada 31 Januari 2019.

Baca juga: Nikita Willy sempat khawatir adu akting dengan Ari Irham

Oleh Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna Sari
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Tags: , , , , , , , ,